Pemerintah Kota Makassar menampakkan beberapa kebudayaan khas etnis-etnis yang ada di kota Makassar pada Pagelaran Adat Indonesia City Expo 2018 di Tarakan, Kalimantan Utara

Kegiatan ini adalah rangkaian Rapat Kerja Nasional (XIII) Asosiasi Pemerintah Kota Segala Indonesia (APEKSi) yang digelar semenjak 23 Juli 2018 lalu.

“Kota Makassar mengusung konsep Sombere dan Smart City. Konsep ini menggabungkan kesuksesan Kota Makassar mencontoh teknologi. Tetapi tetap diimbangi oleh karakter kearifan lokal masyarakat Makassar yang ramah dan menjaga kehormatan tetamu-tamunya,” kata Kepala Sub Komponen Kerjasama Pemkot Makassar, Najiran Syamsuddin.

Di hadapan 98 Kota yang lain, Pemkot Makassar bekerjasama slot777 dengan Yayasan Anging Mammiri Makassar mempertontonkan Tari Kalompoanna Pa’rasanganta, yang awam juga diketahui dengan tarian empat etnis.

Tarian ini menandakan empat etnik yang mendiami Kota Makassar yang dinamis. Keempat etnis ini antara lain Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Pakaian adat serta kerajinan menandakan masing-masing etnis.

“Kemudian kita tampilkan Tari Taulolonna Sulawesi yang menandakan keanggunan perempuan Bugis Makassar yang bangga menggunakan pakaian bodo, sebagai pakaian adat tradisional,” sambungnya.

Kecuali itu, kata ia, pihaknya juga berharap mempersembahkan jenis sarung sutra Sulawesi Selatan via pakaian yang diterapkan para penari. “Sutra ini mempunyai corak-corak yg khas dan mempunyai nama dan arti masing-masing,” ujarnya.

Dalam acara ini, nyanyian Minasa RI Boritta juga ditembangkan oleh Nini Gio, Pemenang Bintang Radio SulSel dan Pemenang Nyanyian Daerah tingkat Sulsel. Nyanyian yang diiringi dengan Orkes Toriolo atau musik Makassar jaman dahulu ini mempunyai arti Rindu Kampung Halaman.